Di setiap kelas, pasti ada momen ketika guru memberi tugas kelompok. Dari situlah, kami — Galih,Favian, Aji, Reza, dan Udin — mulai terbiasa bekerja sama. Walaupun awalnya terlihat sederhana, ternyata kerja kelompok menyimpan banyak cerita. Pembagian Peran Setiap orang punya karakter berbeda, dan itulah yang membuat kelompok kami terasa lengkap. Galih biasanya mengambil peran sebagai ketua, mengatur jalannya diskusi dan memastikan semua berjalan sesuai rencana. Favian jadi penghubung, orang yang menjaga agar suasana tetap tenang dan nyaman. Aji berperan sebagai analis, meneliti materi dengan detail agar tidak ada yang terlewat. Reza selalu jadi penyemangat, memastikan tugas dikerjakan dengan antusias. Udin bertugas menyusun hasil akhir, diam-diam kerjanya rapi dan teliti. Tantangan dan Kekompakan Tentu saja, tidak semua berjalan mulus. Kadang ada perbedaan pendapat, kadang ada yang sibuk sendiri. Tapi justru di situlah kami belajar arti kerja sama: bagaimana menghargai p...
Namaku M.Reza Firmansyah lahir di Malang, 06 Agustus 2009. Sejak kecil aku tumbuh dalam kasih sayang keluarga. Awal pendidikanku dimulai di TK Al ghoniyyu tempat aku belajar dasar-dasar ilmu dan bersosialisasi. Setelah itu, aku melanjutkan sekolah ke SDN Madyopuro 5, di mana aku semakin mengenal arti pertemanan. Jenjang berikutnya aku masuk SMPN 22 Malang, masa di mana aku mulai beradaptasi dengan pelajaran yang lebih sulit dan belajar menjadi lebih mandiri.Pada saat itu masa smp adalah masa yang paling bahagia dan seru bagi saya karena pada masa itu saya bertemu dengan teman teman yang sangat baik mengerti keadaan satu sama lain kompak dalam mengikuti lomba lomba antar kelas dan bagi saya mereka adalah teman terbaik yang saya temui. Saat ini, aku berada di SMKN 6 Malang jurusan RPL (Rekayasa Perangkat Lunak), belajar tentang teknologi, komputer, dan pemrograman. aku memiliki cita-cita menjadi orang yang sukses dan berhasil dalam menjalankan usaha yang saya dirikan, serta memban...
MEGATHRUST DI INDONESIA 1. Definisi dan Latar Belakang Gempa besar akibat pergeseran lempeng besar di zona subduksi. Lokasi: Zona subduksi di Selatan Jawa, Sumatera, dan sekitarnya. Sejarah: Gempa besar seperti Aceh 2004 yang memicu tsunami dahsyat. 2. Dampak dan Risiko Potensi: Gempa besar dan tsunami dengan kerusakan parah. Kerusakan: Infrastruktur rusak, korban jiwa tinggi, dampak ekonomi signifikan. 3. Sistem Peringatan Dini Teknologi: Pemantauan seismik dan tsunami untuk deteksi dini. Sistem: Indonesia memiliki sistem peringatan dini, namun perlu peningkatan efektivitas. 4. Mitigasi dan Kesiapsiagaan Langkah: Evakuasi, pembangunan infrastruktur tahan gempa, edukasi masyarakat. Peran: Pemerintah, masyarakat, dan komunitas lokal harus siap dan terkoordinasi. 5. Penelitian dan Pengembangan Penelitian: Studi tentang gempa megathrust, mitigasi bencana, dan teknologi peringatan dini. Kolaborasi: Kerja sama internasional untuk meningkatkan teknologi mitigasi dan p...
Komentar
Posting Komentar