Kami:Sebuah cerita kerja kelompok di kelas
Di setiap kelas, pasti ada momen ketika guru memberi tugas kelompok. Dari situlah, kami — Galih,Favian, Aji, Reza, dan Udin — mulai terbiasa bekerja sama. Walaupun awalnya terlihat sederhana, ternyata kerja kelompok menyimpan banyak cerita. Pembagian Peran Setiap orang punya karakter berbeda, dan itulah yang membuat kelompok kami terasa lengkap. Galih biasanya mengambil peran sebagai ketua, mengatur jalannya diskusi dan memastikan semua berjalan sesuai rencana. Favian jadi penghubung, orang yang menjaga agar suasana tetap tenang dan nyaman. Aji berperan sebagai analis, meneliti materi dengan detail agar tidak ada yang terlewat. Reza selalu jadi penyemangat, memastikan tugas dikerjakan dengan antusias. Udin bertugas menyusun hasil akhir, diam-diam kerjanya rapi dan teliti. Tantangan dan Kekompakan Tentu saja, tidak semua berjalan mulus. Kadang ada perbedaan pendapat, kadang ada yang sibuk sendiri. Tapi justru di situlah kami belajar arti kerja sama: bagaimana menghargai pendapat orang lain, bagaimana membagi waktu, dan bagaimana menyatukan ide-ide yang berbeda menjadi satu karya. Hasil Akhir Setiap tugas kelompok yang kami kerjakan bukan hanya soal nilai, tapi juga tentang kebersamaan. Ada tawa ketika salah paham, ada semangat ketika ide-ide bersatu, dan ada rasa bangga saat hasilnya selesai. --- Kesimpulan Bagi kami, kerja kelompok di kelas bukan sekadar menyelesaikan tugas. Lebih dari itu, kerja kelompok adalah wadah untuk belajar menghargai teman, membagi peran, dan memperkuat persahabatan. Karena pada akhirnya, yang membuat kami kuat bukan hanya hasil kerja, tapi juga kebersamaan yang tercipta di dalamnya.

Komentar
Posting Komentar